Nathan Tjoe-A-On Dinaturalisasi, Bung Towel: Apa Tidak Kebanyakan Pemain Belakang?
PSSI
Instagram/nathantjoeaon & Nalar TV
Advertisements

PSSI dipastikan bakal menaturalisasi pemain keturunan Belanda-Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam agenda-agenda penting internasional.

Pemain 21 tahun yang bermain untuk Swansea City itu sudah menyambangi Indonesia untuk mengurus proses menjadi WNI. Ia turut hadir pula menyaksikan laga Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam.

Dalam kesempatan itu pula, Nathan Tjoe-A-On diperkenalkan oleh Ketum PSSI, Erick Thohir, ke Presiden Jokowi di tribune VVIP Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Advertisements

Keputusan PSSI yang akan menaturalisasi Nathan Tjoe-A-On kemudian mendapat sorotan dari pengamat sepak bola, Tommy Welly atau Bung Towel.

Ia mempertanyakan urgensi PSSI dalam menaturalisasi Nathan Tjoe-A-On lantaran posisinya pemain bertahan, yang saat ini posisi itu sudah cukup gendut di Timnas Indonesia.

Posisi bek kiri ada Pratama Arhan dan Shayne Pattynama. Kemudian, jika dimainkan di bek tengah, masih ada Jordi Amat, Elkan Baggott, dan Jay Idzes (masih proses).

Advertisements

“Saya belum pernah liat Nathan Tjoe-A-On main di Swansea, karena belum main juga. Jadi saya ngga tahu kualitasnya,” kata Bung Towel di YouTube Nalar TV.

“Kalau dia posnya pemain belakang, apa tidak kebanyakan pemain belakang menumpuk di sana gitu lo, sementara pemain kita pun cukup baik,” lanjutnya.

“Selain Nathan, saya dengar Jay Idzes yang main di Venezia. Jadi, apakah kita mau memperkuat belakang saja, sementara problem juga di sektor depan misalnya,” tuturnya menambahkan.

Advertisements

Bung Towel merasa PSSI atau pelatih Shin Tae-yong bisa mencari pemain naturalisasi di luar posisi pemain bertahan, seperti misalnya pemain untuk lini depan.

“Striker yang tidak produktif, tidak punya insting gol bagus. Saat ini, saya lihat striker lokal Indonesia yang punya insting gol bagus hanya Sananta,” ujar Bung Towel.

“Bukan yang tidak bagus, yang lain belum membuktikan seproduktif Sananta,” imbuhnya.

Advertisements

Perlu diketahui, Shin Tae-yong pernah mengatakan bahwa dirinya mempersiapkan Timnas Indonesia tidak hanya untuk sekarang, tetapi lima bahkan sampai 10 tahun ke depan.

Jika melihat usia Nathan Tjoe-A-On yang baru 21 tahun dan Jay Idzes (23 tahun), keduanya bisa menjadi aset jangka panjang untuk Timnas Indonesia.

Nathan Tjoe-A-On dan Jay Idzes tak hanya bisa membantu Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, tetapi juga penerus Jordi Amat di posisi bek tengah yang kini usianya sudah 31 tahun.

Jay Idzes juga mahir bermain sebagai gelandang bertahan. Dirinya bisa menggantikan Marc Klok (30 tahun) untuk Timnas Indonesia di masa mendatang sebagai regenerasi.

Weekly Contest & Free Gift

Join us on Telegram today.

Join Telegram