Exco PSSI, Arya Sinulingga, berterima kasih atas perhatian Hasani Abdulgani soal Maarten Paes. Namun, ia meminta mantan Exco itu fokus pekerjaannya sekarang saja di Komdis PSSI.
Proses naturalisasi kiper andalan Dallas FC, Maarten Paes, menemui jalan ternal. Dia bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), tetapi belum tentu bisa berganti federasi di FIFA.
Maarten Paes terganjal aturan FIFA, tepatnya Poin B (iii) pada pasal Perpindahan Asosiasi yang ada di Statuta FIFA. Arya Sinulingga mengakui permasalahan tersebut.
Hasani Abdulgani yang memiliki pengalaman membantu proses naturalisasi saat menjadi Exco, kemudian memberikan saran supaya PSSI lebih jeli lagi mengenai pasal 9.
“Namun kalau belajar dari kasus Jordi Amat yang juga pernah bermain di Timnas U-21 Spanyol, ada kemiripan. Bedanya Jordi membela Spanyol hanya beberapa minggu sebelum dateline September 2020,” ujar Hasani Abdulgani via Instagram pribadinya.
“Tapi ada ayat lain di pasal 9 tersebut yang menyatakan pengecualian bagi mereka yang peraturan negaranya tidak mengenal dual citizen (kewarganegaraan ganda),” lanjutnya.
“Oleh karenanya menurut saya Marteen masih punya kesempatan kalau federasi (legal tim) jeli melihat aturan, khususnya uraian di articles 9 FIFA tsb. Good luck,” tuturnya menutup.
Arya Sinulingga kemudian merespons nasihat dari Hasani Abdugani. Ia menegaskan bahwa ada perbedaan mengenai proses naturalisasi Jordi Amat dengan Maarten Paes.
Ia pun berterima kasih dan meminta Hasani Abdulgani untuk fokus saja dengan tugasnya saat ini di Komdis PSSI.
“Terima kasih kepada Pak Hasani yang sudah memberikan masukan untuk masalah Maarten Paes. Tapi, yang pasti, permasalahan Maarten Paes ini berbeda dengan Jordi Amat,” ujar Arya Sinulingga, dilansir dari Bola.com.
“Mengenai pasal yang dibicarakan Pak Hasani, sudah kami kulik. Tapi kan, ada proses lebih lanjut yang mesti kami lakukan,” imbuh Arya yang menjadi anggota Exco PSSI sejak Februari tahun lalu ini.”
“Saya rasa Pak Hasani ini percaya, apalagi saat ini tim legal PSSI diperkuat oleh timnya Pak Ketua PSSI. Kami sedang berusaha semaksimal mungkin.”
“Jadi, yang utama, bagaimana Maarten paes bisa dinaturalisasi lebih dulu. Setelah itu, tahapan berikutnya yang harus dilakukan yaitu proses di FIFA. Tanpa proses naturalisasi lebih dulu, kami tidak bisa melangkah jauh dengan FIFA ataupun dengan tahapan-tahapan lainnya.”
“Yang pasti, kan tahu bahwa kami tidak pernah suka berjanji. Pak Ketua PSSI itu tidak suka janj-janji,” imbuh Arya, yang juga menduduki kursi sebagai Komisaris PT Telkom Indonesia itu.”
“Kalau bisa, ya bisa. Kalau masih berjuang, ya berjuang. Saat ini, kami sedang berjuang. Kami tidak mau kasih janji-janji yang tidak pasti di saat kami berjuang.”
“Pak Hasani, terima kasih. Fokus saja dulu di Komdis PSSI. Biarkan lah kami menangani hal ini di PSSI,” tutup pria berusia 52 tahun tersebut.