Rio Fahmi Pilih Jadi PNS Daripada Polisi
Liga 1
Persija
Advertisements

Bek Persija Jakarta, Rio Fahmi, menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia U-22 yang mendapatkan tawaran menjadi polisi. Namun, ia lebih memilih tawaran menjadi PNS.

Rio Fahmi adalah salah satu pemain Timnas Indonesia U-22 yang turut berkontribusi membawa Garuda juara SEA Games 2023. Seperti Muhammad Ferrari cs, dirinya mendapatkan ‘privilege’ untuk dibantu menjadi polisi oleh Presiden Jokowi.

Hanya saja, Rio Fahmi tidak bersedia menjadi polisi karena harus mengikuti pendidikan yang cukup lama. Ia tidak ingin mengganggu fokusnya sebagai pesepak bola, sehingga mencari alternatif lain.

Advertisements

Rio Fahmi kemudian mengambil penawaran lain dari Presiden Jokowi, yakni PNS (Pegawai Negeri Sipil). Pemain asal Banjarnegara itu pun memilih menjadi PNS.

“Kebetulan saya kemarin setelah selesai SEA Games bertemu Pak Presiden [Joko Widodo], saya mencari kebijakan lain selain jadi polisi dan banyak anak-anak timnas U-23 juga kemarin,” kata Rio Fahmi, dikutip dari Antara.

“Kiranya apa sih profesi masa depan lain yang menjamin selain jadi polisi karena kan polisi kita butuh pendidikan yang lama,” lanjutnya.

Advertisements

“Dan kebetulan Pak Presiden kemarin menawarkan saya bisa menjadi PNS, mungkin saya lebih memilih jadi PNS,” tuturnya menambahkan.

Sementara itu, ada sembilan pemain yang memastikan menerima tawaran menjadi polisi dan harus mengikuti pendidikan selama lima bulan.

Mereka adalah Ginanjar Wahyu (Arema FC), Frengky Missa (Persikabo),Kakang Rudianto (Persib Bandung), Ananda Raehan (PSM Makassar), dan Dimas Juliano Pamungkas (Bhayangkara FC).

Advertisements

Kemudian Rabbani Tasnim Siddiq (RANS Nusantara FC), Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC), Muhammad Faiz Maulana (Bhayangkara FC), dan Muhammad Ferrari (Persija Jakarta).

Weekly Contest & Free Gift

Join us on Telegram today.

Join Telegram