Thomas Doll Sangat Malas Untuk Belajar Bahasa Indonesia, Tapi Akui Enak Didengar
Liga 1
Persija Jakarta
Advertisements

Pelatih Persija Jakarta asal Jerman, Thomas Doll, mengaku tidak tertarik untuk belajar bahasa Indonesia meski sudah satu tahun lebih berada di Tanah Air.

Mantan nakhoda Borussia Dortmund itu mengakui bahwa bahasa Indonesia enak untuk didengar, tetapi dirinya sangat malas untuk mempelajarinya.

“Saya sangat malas soal ini, sangat malas. Buat saya selalu penting untuk setiap hari menambah pengetahuan bahasa, termasuk bahasa Inggris,” kata Thomas Doll di YouTube Bolasport.

Advertisements

“Tetapi saya suka mendengar Bahasa Indonesia. Sangat baik. Bahasa kalian fantastis degan kata-kata yang enak didengar,” lanjutnya.

“Ketika saya mendengar para pemain lokal berbicara, itu sangat menyenangkan sekali. Saya akan senang jika bisa bicara lebih banyak kalimat lengkap dalam Bahasa Indonesia, juga memahaminya,” tuturnya menambahkan.

Advertisements

Thomas Doll menjelaskan bahwa dirinya saat ini lebih untuk memperdalam kemampuan Bahasa Inggris. Sebab, tim pelatih Persija juga diisi dari berbagai negara.

Asisten pelatih Pascquale Rocco dari Italia, pelatih fisik Paul Keenam asal Siprus, dan Jan Klima selaku pelatih kiper dari Republik Ceko.

Advertisements

Oleh karena itu, Thomas Doll meminta maaf apabila dirinya tidak belajar Bahasa Indonesia. Ia cukup malas karena harus meluangkan waktu satu sampai dua jam untuk belajar karena sudah cukup sibuk memikirkan Persija.

“Tetapi yang lebih penting sekarang adalah mempelajari Bahasa Inggris. Kami punya tim pelatih internasional dari berbagai negara. Jadi tidak ada waktu untuk belajar Bahasa Indonesia di antara kami,” ujar Thomas Doll.

Advertisements

“Normalnya Anda butuh sejam-dua jam untuk menulis, belajar, tetapi saya sayang malas untuk hal ini. Saya mohon maaf,” tuturnya menutup.

Weekly Contest & Free Gift

Join us on Telegram today.

Join Telegram