Silsilah darah Indonesia dari pemain Crystal Palace, Jairo Riedewald, kini semakin jelas. Telah dikonfirmasi bahwa neneknya berasal dari Manado, Sulawesi Utara.
Hal ini disampaikan oleh anggota Komdis PSSI, Hasani Abdulgani. Ia mengaku telah dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari keluarga Jairo Riedewald.
Ia menjelaskan bahwa nenek Jairo Riedewald merupakan adiknya. Keduanya yang kini berada di Suriname mengatakan bahwa berasal dari Manado.
“Sudah lama nama Jairo Riedewald muncul disaat PSSI ingin merekrut pamain diaspora. Tapi selama ini ragu, kalau pemain dari Crystal Palace ini punya hubungan darah dengan Indonesia,” tulis Hasani Abdulgani via Instagram pribadinya.
“Kabarnya Jairo keturunan dari Suriname. Namun minggu lalu seseorang mengkontak saya, mengatakan cucunya ingin bermain untuk Timnas, “Siapa cucunya,” tanya saya. “Dia sekarang bermain di Crystal Palace,” jawab beliau,” lanjutnya yang menceritakan percakapan.
“”Jairo Riedewald? Bukankah Jairo turunan Suriname? “Neneknya Jairo, adek saya. Kami berasal dari Manado,” jawab beliau,” lanjutnya.
Hasani Abdulgani pun semringah. Apabila benar, Jairo Riedewald bisa menambah kekuatan dan meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.
“Kalau benar dan secara administrasi bisa dilengkapi, tentu Timnas sangat diuntungkan bisa mendapat pemain grade A ini. Mudah-mudahan terjadi,” tulis Hasani Abdulgani lagi.
Jairo Riedewald Dilaporkan Buka Peluang Bela Timnas Indonesia
Jairo Riedewald belum lama ini juga dilaporkan membuka peluang untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia.
Kabar ini diketahui dari unggahan Instagram @pemainketurunan. Akun itu mengunggah foto percakapan via pesan langsung (DM).
Akun @pemainketurunan bertanya apakah Jairo Riedewald dihubungi oleh PSSI. Sang pemain pun menjawab bahwa ada kemungkinan itu.
“Apakah kamu pernah dihubungi PSSI?” tanya akun tersebut.
“Itu selalu mungkin. Waktu yang akan menjawabnya,” balas Jairo Riedewald.
Jairo Riedewald juga baru memiliki tiga caps bersama Timnas Belanda. Menurut aturan FIFA, jumlah itu merupakan batas maksimal alias masih memenuhi syarat apabila sang pemain berganti federasi.